Makna Puasa dalam Tafsir Al-Jailani: Studi tentang Penafsiran Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani: 2017: 104: Muslikah: Kualitas dan Makna Hadis Siwak dalam Kehidupan Modern (Perspektif Nurun Najwah) 2017: 105: Nailu Farh: Penafsiran Ayat-ayat tentang Bidadari dalam Al-qur’an Menurut Ath-Thabari dan M. Quraish Shihab: 2017: 106: Tatik Fitriyani Selasa, 10 Oktober 2023 | 09:00 WIB. Inilah Hikmah Membaca Manakib Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani QS. Semua waliyullah atau wali Allah merupakan hamba-hamba yang saleh, dekat dengan Allah, dan dipilih pula oleh Allah SWT. Banyak sejarah hidup para wali (dikenal sekarang dengan nama manaqib), yang telah dibukukan, seperti manaqib Syekh Abdul Qadir Kitab Nurul Burhaniy Buku Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Nurul Burhan/Nurul Burhany Juz 2, disertai Terjemah Arab Pegon Penerbit : Toha Putra Ukuran : 14 x 20,5 cm Kertas : CD/buram Tebal : 127 halaman 1kg muat 13 buku ini Untuk Nurul Burhany Juz 1 ada di link ini: Abdul Qadir Jailani, as-Syaikh. 2009. Tafsir Al-Jilani. Istambul. Markaz al-Jilanin li al-Buhus al-Ilmiyyah. Annajar, Amir. 2004. Psikoterapi Sufistik dalam Kehidupan Modern. Bandung. Hikmah. Amin Kurdi, Muhammad. Tanwur al-Qulub, Indonesia. Al-Haramain. Al-Kalabazi. 1980. at-Ta’arruf li Mazhab ahl at-Tasawwuf. Cairo: Maktabah al-Kulliyyah al Vay Tiền Nhanh Ggads. Pondok Pesantren Annuqayah_kemarin tepat pada tanggal 16/4 Pondok Pesantren Annuqayah kedatangan tamu terhormat, Syekh Sayyid Amin bin Muhammad Ali al-Jailani, beliau adalah ulama dari Timur Tengah, tepatnya di Libanon, menurut penuturan para masyaikh Annuqayah beliau adalah cicit dari Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang ke-26. Sebelum Syekh Amin bin Muhammad Ali al-Jailani datang, para santri sudah menunggu lebih awal di masjid jami’ Annuqayah. Setelah adzan dzuhur dikumandangkan, kemudian beliau datang diiringi oleh para masyaikh menuju masjid Jami’ Annuqayah. Terdengar iringan Shalawat Banjari menyambut kedatangan beliau, semua santri diajak bershalawat oleh Syakh Amin bin Muhammad Al-Jailani, beliau mengelilingi seluruh sudut mesjid, menurut pendamping Syekh, beliau senang dengan Hadrah atau Banjari saat pembacaan shalawat berlangsung. “Syekh sangat suka jika bacaan Shalawat diiringi dengan hadrah, dan juga alasan beliau kenapa saat shalawat dilantunkan berkeliling ke semua sudut tempat yang ada, karena saat shalawat dikumandangkan rahmat Allah turun, makannya beliau berkeliling, agar semua sudut tempat yang ada juga memperoleh rahmat Allah,” ucap salah satu rombongan Syekh dari Libanon. Sehabis bersahlawat Syekh langsung memimpin slahat dzuhur berjamaah. Selesai shalat jamaah, beliau langsung memberikan tausiah yang didampingi oleh K. Mustafa Erfan Lc, sekaligus sebagai penerjemah, dalam Muhadzarah PP. Annuqayah, yang bertempat di dalam masjid jami’ Annuqah. Kegiatan itu dihadiri oleh seluruh Santri dan masyaikh Pondok Pesantren Annuqayah, beliau sangat senang kepada negara Indonesia, sehingga membuat beliau selalu bercita-cita ingin berkunjung ke negara yang dikenal demokrasi dan Pancasila, “yang membuat saya senang kepada Indonesia, karena rakyat Indonesia sopan santun dan bertatakrama. Hal itu terbukti setiap saya berjumpa dengan orang Indonesia di Mekkah,” tuturnya sembari tersenyum. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan banyak hal, diantaranya adalah tentang keutamaan menuntut Ilmu, serta keutamaan Al-Qur’an dan keutamaan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, santri itu harus bersyukur, karena Allah menjanjikan bagi orang yang menuntut Ilmu, akan memudahkan jalannya untuk masuk surga dan para malaikat akan menghamparkan sayapnya untuknya. “Nabi telah bersabda bahwa Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu,” tuturnya. Selain itu beliau juga banyak menjelaskan tentang keistimewaan Al-Qur’an. Menurutnya, penghafal al-Qur’an akan mendapatkan tempat khusus di akhirat nanti. Karena al-Qur’an adalah kitab suci yang menuntun terhadap kebenaran dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Setelah selesai memberikan tausiyah beliau membuka sesi tanya jawab, dalam hal itu Sudarmin Hamzah, menanyakan satu hal kepada Syekh Sayyid Amin bin Muhammad Ali al-Jailani, mengenai cara manusia untuk sampai kepada Allah. Syekh pun menjawab, bahwa untuk sampai kepada Allah manusia harus harus dalam keadaan Iman yang dibarengi oleh amal perbuatan yang ikhlas, harus semata-mata diniatkan karena Allah. Sebelum beliau mengakhiri perjumpaannya dengan santri Annuqayah beliau memberikan ijazah kepada para santri berupa bacaan dzikir, Istighfar dan Shalawat. Penulis Moh. Nur Mahmudi Editor M. Fathor Rozi

syaikh amin al jailani